Danau Batur terletak di kaki gunung Batur dan diyakini
merupakan sebuah kaldera purba. Kaldera atau kawah raksasa itu diduga terjadi
akibat letusan dahsyat gunung Batur ribuan tahun yang lalu. Kaldera itu kini
digenangi air yang menjadi sumber air dari sebagian besar lahan pertanian di
Bali. Air dari danau ini mengalir ke hampir seluruh sungai besar di Bali
seperti sungai Unda di Bali Selatan, sungai Suni di Bali Barat, dan sungai
Bayumala di Bali Utara. Dari aliran sungai itulah air Danau Batur kemudian
dibagi-bagi dengan tata aturan/organisasi khusus yang disebut subak.
Di pinggir danau ini berdiri Pura Batur sebagai tempat pemujaan Betari Danu, yakni manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai dewi pelindung pertanian. Dewi Danulah ibu pelindung dari seluruh aktivitas pertanian di Bali.

Di pinggir danau ini berdiri Pura Batur sebagai tempat pemujaan Betari Danu, yakni manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai dewi pelindung pertanian. Dewi Danulah ibu pelindung dari seluruh aktivitas pertanian di Bali.
Pesona
wisata Danau Batur tentulah pada pemandangannya yang indah. Kalau Anda ingin
menikmati pemandangan indah itu, tempat terbaiknya adalah di daerah
Panelokan-Kintamani. Dari trotoar di pinggir jalan raya Bangli-Singaraja, Anda
dapat melihat hamparan danau dengan airnya yang biru lembut berpadu sosok
Gunung Batur yang kokoh menjulang, dan Bukit Abang yang hijau subur.
Akses jalan menuju Danau Batur sama dengan jalan yang menuju
gunung Batur yang letaknya sekitar 75 kilometer di utara Denpasar. Jika Anda
berangkat dari Kuta, perjalanan Anda akan memakan waktu sekitar dua jam
perjalanan. (jjb)
